Setiap Anak Adalah Anugerah Terindah
Saya hendak menyaksikan kebaikan Tuhan yang dinyatakan dalam kehidupan keluarga saya baru-baru ini. Sebelumnya untuk informasi, saya mempunyai 3 orang anak. Anak pertama saya, Nia, mempunyai kelebihan yang Tuhan berikan kepadanya sejak kecil yaitu kepintaran yang tinggi. Sejak mulai sekolah dari kelompok bermain sampai sekarang (kelas 3 SD) dia selalu menjadi juara 1 di kelasnya, bahkan terakhir dia menjadi juara ke 2 dari 3 kelas 3 SD yang ada di sekolahnya. Semua pelajaran dapat dipelajari dengan amat mudah dan tidak ada hambatan. Tiba anak ke dua saya , Nadia, masuk sekolah. Mulai dari TK dia berbeda dengan kakaknya. Dia mengalami kesulitan dalam beberapa pelajaran sampai-sampai untuk pelajaran dikte pun dia tidak mengerti dan akhirnya karena paniknya saya menghadapinya, pernah suatu kali saya mengajarinya dikte sampai lebih dari 1 jam dan selama itu pula kemarahan saya memuncak. Tetap saja dia tidak mengerti sampai akhirnya saya menyerah dan memberikan les khusus. Puji Tuhan, dengan bantuan les dia bisa mengejar ketinggalannya dalam dikte.
Persoalan baru muncul pada saat Nadia masuk SD. Pelajaran SD yang sangat berbeda dengan TK membuat dia bingung. Dia tidak mengerti bagaimana cara menghafal, menyusun kalimat (Bahasa Indonesia) terlebih dalam pelajaran Bahasa Inggris. Beberapa kali dia mendapat angka merah dalam pekerjaan sekolahnya, terakhir dia mendapat angka yang cukup membuat saya kaget, 25, untuk PS Inggris. Langsung saya jadi panik dan stress. Tidak pernah kondisi seperti ini saya alami saat Nia bersekolah. Dalam kebingungan itu bersyukur Roh Kudus selalu memperingatkan saya untuk tidak mengatakan hal-hal negatif tentang Nadia. Tetapi secara manusia saya mulai memutar otak saya untuk mencari jalan keluar. Saya mulai telepon ke berbagai tempat bimbingan belajar. Namun tidak ada satupun yang menarik hati saya karena tetap saya merasa kasihan jika Nadia harus bimbel setiap hari seolah-olah dia sekolah 2x sehari. Dalam pergumulan itu akhirnya suatu hari Minggu di gereja, seorang Pendeta mengatakan ‘“Sekarang saatnya Anda menyerahkan segala problem, masalah dan pergumulan Anda ke Tuhan Yesus’”Saat itu juga saya spontan membayangkan bahwa saya menyerahkan Nadia dan kekurangannya ke dalam tangan Tuhan. Saya menyerah penuh. Ternyata dalam waktu bersamaan Mama saya yang juga berada di kebaktian yang sama menyerahkan Nadia juga (karena Mama saya adalah orang yang sangat mengerti kebingungan saya mengenai Nadia).
Hari-hari terus berjalan. Sampai pada saat pengambilan rapor semester pertama. Wali kelas Nadia selalu berkata ‘ Bu, semua anak itu berbeda-beda, memang Nadia tidak sepintar Nia, namun dalam sosialisasi dengan teman-temannya dia lebih pandai dari Nia.’ Saya tidak terlalu memikirkan perkataannya, perhatian saya tertuju ke angka-angka rapor. Puji Tuhan tidak ada merah, namun posisi Nadia kurang lebih di urutan ke 23 dari 29 anak sekelasnya.
Saya terus berdoa untuk kemajuan Nadia. Saya dan suami saya selalu mengatakan hal-hal yang baik dan membangun ke Nadia. Saya ajarkan dia untuk berdoa selalu sebelum belajar. Keluarga kami selalu memperkatakan bahwa ‘Nadia anak pintar’. Puji Tuhan, Nia dan Christopher (adik Nadia) juga ikut andil dalam menyemangati Nadia. Suatu kali dalam perjalanan saya dan keluarga, secara main-main saya berkata ‘ Kalau akhir semester nanti Nadia dapat masuk di 10 besar, mama akan beri hadiah!’.
Ulangan umum dimulai. Setiap kali ulangan maka saya selalu kuatir tentang Nadia. Tapi saya hanya dapat berdoa dan berusaha mengajari Nadia. Bersyukur Nadia anak yang baik dan setia. Dia tidak pernah mengeluh walaupun kadangkala saya mengajarinya bisa lebih dari 2 jam.
Setelah ulangan umum selesai dan nilai ulangan umum mulai dibagikan, saya tercengang-cengang, ternyata hasil ulangan umum Nadia di atas yang saya prediksikan. Hanya ada 1 angka 7 dan selebihnya angka 8 dan sembilan yang diraihnya. Luar biasa Tuhan…
Pada saat pengambilan rapor, saya dan ke 3 anak saya masuk ke kelas Nadia. Seperti biasa di papan tulis tertera nama anak-anak yang mendapat peringkat 10 besar. Saya tidak memperhatikan karena menurut saya tidak mungkin Nadia mendapat peringkat 10 besar. Tiba-tiba Nia berteriak, ‘Ma, Nadia dapat peringkat ke 10!’ Kaget saya… Langsung saya memperhatikan tulisan di papan. 10. NADIA ARIELLA nilai rata-rata 84. Luaaaar Biasaaaa Tuhan Yesus. Saya sangat kagum dan terharu menyaksikan kedahsyatanNya. Apa yang tak pernah saya pikirkan, tak pernah timbul dalam hati saya dinyatakan secara nyata melalui Nadia… Terima kasih TUHAN YESUS, Engkau adalah Allah Yang Maha Besar. Salam sayang dari keluarga kami pada Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus.
Kami membagikan kesaksian ini supaya lebih banyak orang menyerahkan anak-anaknya kepada Tuhan Yesus.
Incoming search terms for the article:
anak anugrah Tuhan (2), ANAK ADALAH ANUGERAH TUHAN (1), contoh kesaksian orang kristen (1), Kesaksian orang Kristen yang menjadi juara (1)Bagi teman-teman yang mempunyai kesaksian tentang pengalaman bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Silahkan anda bagikan juga di blog ini... kunjungi halaman CONTACT dan jangan lupa sebutkan anda berasal darimana ya. Thanks
Bagi teman-teman yang membutuhkan dukungan DOA dari kami. Silahkan kunjungi halaman MENDOAKAN.Thanks

















































